Warning: Creating default object from empty value in /home/guru1000/public_html/baru/plugins/system/jat3/core/joomla/modulehelper.php on line 320
Belajar tentang Manajemen Menghadapi Bencana bersama Profesor Junun

Belajar tentang Manajemen Menghadapi Bencana bersama Profesor Junun

  • PDF

alt

Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc : Manajemen Menghadapi Resiko Bencana Alam dalam Conference SMA Muh. 2 Yogyakarta-1000guru.net

Jumat, 14 September 2012 telah diselenggarakan conference tentang manajemen menghadapi resiko bencana alam antara siswa-siswi SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan 1000guru.net. Pada awalnya kegiatan conference ini telah kami (tim iEARN sekolah) rancang dalam bentuk teleconference, dimana antara narasumber dengan para siswa berkomunikasi dalam long distance via internet, tetapi karena ada kendala teknis dari narasumber, akhirnya narasumber berkenan untuk hadir ke sekolah SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta di Jl. Kapas No. 7 Yogyakarta untuk menyampaikan materinya.

Tepat pukul 09.00 WIB, narasumber Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc beserta asisten memasuki conference room, dimana sejumlah 60 siswa yang terdiri dari kelas XI dan XII sudah siap di tempat. Sebelumnya kami sampaikan sedikit profil dari narasumber kita ini. Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc Lahir di Yogyakarta pada bulan November tahun 1967, Tamat SDN Kotagede V, tahun 1980, SLTPN IX Yogyakarta, tahun 1983, dan SLTAN V Yogyakarta, tahun 1986. Drs bidang Geomorfologi Sumberdaya Lahan, Fak Geografi UGM tahun 1991, kemudian MSc bidang Geoinformation for Resources Development from Asian Institute of Technology, Bangkok Thailand in 1997, Dr.rer.nat. bidang Soil Geomorphology from the Leopold Franzens University of Innsbruck-Austria in 2001, dan gelar Professor bidang Geografi Tanah pada tahun 2009.

Mengacu dari riwayat pendidikan narasumber yang berkonsentrasi pada bidang geografi, maka materi yang dipaparkan narasumber sangat mendukung pemahaman para siswa tentang kondisi alam lingkungan yang sedang mereka tempati ini. Selain itu, bagi para siswa, materi tersebut sangat dekat dengan pelajaran geografi di jurusan IPS yang sedang mereka geluti. Narasumber menjelaskan bahwa, alam semesta ini sangat komplek, tetapi ada kesederhanaan dalam pola ruang dan waktu. Tidak ada tempat di muka bumi ini yang tidak lepas dari bencana. Bicara masalah bencana, maka ada 5 konsep dasar dan terminologies dalam manajemen bencana, yaitu :

  1. Hazard atau bahaya, yaitu : aktivitas manusia yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa atau luka, kerusakan harta benda, gangguan sosial dan ekonomi atau kerusakan lingkungan
  2. Disaster atau bencana, yaitu : suatu peristiwa, baik buatan manusia atau alam, tiba-tiba atau progresif, menyebabkan manusia materi, luas dan / atau lingkungan mengalami kerugian
  3. Vulnerability atau kerentanan, yaitu: suatu kondisi dan proses yang dihasilkan dari fisik, faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan, yang meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap dampak bahaya
  4. Capacity atau kapasitas, yaitu : kombinasi dari semua kekuatan dan sumber daya yang tersedia dalam organisasi komunitas, masyarakat atau yang dapat mengurangi tingkat risiko, atau efek dari bencana. Kapasitas dapat mencakup fisik, sarana institusional, sosial atau ekonomi serta atribut personal atau kolektif terampil seperti kepemimpinan dan manajemen. Kapasitas juga dapat digambarkan sebagai kemampuan
  5. Risk atau resiko, yaitu kemungkinan konsekuensi berbahaya, atau kerugian yang diharapkan (kematian, cedera, properti, mata pencaharian, kegiatan ekonomi terganggu atau lingkungan rusak) akibat dari interaksi antara bahaya alam atau yang disebabkan oleh manusia dan kondisi yang rentan. Selain mengungkapkan kemungkinan kerusakan fisik, sangat penting untuk menyadari bahwa risiko yang melekat atau dapat diciptakan atau ada dalam sistem sosial. Penting untuk mempertimbangkan konteks sosial di mana risiko terjadi dan bahwa orang-orang demikian tidak selalu berbagi persepsi yang sama tentang risiko dan penyebab yang mendasarinya

Berbicara masalah bencana alam, bagaimana manajemen menangani bencana? Ada tiga upaya yang dapat dilakukan, yaitu :

  1. Pencegahan
 Kegiatan untuk memberikan penghindaran langsung dampak yang merugikan dari bahaya dan sarana untuk meminimalkan terkait lingkungan, bencana teknologi dan biologi
  2. Mitigasi Tindakan yang dilakukan (Struktural dan non-struktural) untuk membatasi dampak negatif dari bencana alam, kerusakan lingkungan dan bahaya teknologi.
  3. Siap Siaga Aktivitas dan tindakan di ambil terdepan untuk memastikan reaksi yang efektif terhadap pengaruh bencana.

Dari penjelasan narasumber sekitar 60 menit tersebut, ternyata dapat memancing hasrat para siswa maupun guru untuk mengetahui lebih jauh tentang geografi dan bencana alam. Dalam sesi tanya jawab ini, ada beberapa pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber, sebagai berikut :

  1. Mengapa rumah tahan gempa di Indonesia kurang popular? Dan bangunan seperti apa strukturnya tahan terhadap gempa bumi ? (pertanyaan Bayu Risky Fadila Xi IPS-1)
  2. Mengapa Asia itu sangat rentan terhadap bencana alam? (pertanyaan Yasmita XI IPA-3)
  3. Apakah ada dampaknya, bencana di Yogyakarta terhadap perekonomian nasional ? (pertanyaan Dita Marfuah XI IPA-3)
  4. Mohon dijelaskan tentang Ring of Fire, dimana Indonesia termasuk di dalamnya. (Pertanyaan Ainun Zuhri XI IPS-1)
  5. Mengapa Pantai Parangtritis yang hanya terdiri dari bukit pasir mampu menghadang tsunami di bandingkan dengan Jepang yang sudah membangun benteng laut? (pertanyaan Hanifa XI IPA-3)
  6. Dapatkan dibuat pembeda antara Geografi IPS dengan Geografi IPA? (pertanyaan Dra. Endang Sri Suwanti)
  7. Apakah ada hubungannya antara gempa bumi dengan munculnya danau lumpur lapindo di Sidoarjo? (pertanyaan dari Dwi Kurniatun, S.Pd)

Dari tanya jawab tersebut semakin bertambahlah pengetahuan kami terhadap fenomena alam dan bencana alam, serta manajemen mengatasinya. Sejenak kami mengambil foto bersama sebagai kenang-kenangan bersama Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc. Dikarenakan narasumber harus menunaikan ibadah sholat Jumat di masjid besar kampus UGM, maka acara conference diakhiri pada pukul 11.00 WIB.

Ditulis oleh : Dwi Kurniatun, S.PdBerdasarkan paparan dan power point Prof. Dr.rer.nat. Junun Sartohadi, M.Sc

foto lainnya:

alt

alt

You are here: