Teknologi Pengolahan Sampah

  • PDF

alt

Teleconference SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan 1000guru.net

Sampah merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang cukup membuat masalah untuk kita  jika tidak segera ditangani secara benar dan serius. Di lingkungan rumah kita, di lingkungan sekolah, di jalan-jalan, dan di mana-mana sampah berserekan, menumpuk tidak terurus. Aroma yang tidak sedap, lalat yang membawa penyakit, dan pemandangan yang menjijikkan hampir tiap hari kita temui. Masalah sampah ini sudah menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mengelolanya secara benar, sehingga sampah yang begitu banyak dapat di daur ulang dan hasilnya dapat dimanfaatkan lagi untuk keperluan hidup sehari-hari.

Berangkat dari permasalahan inilah dan dari pengalaman negara Jepang dalam mengelola sampah, Tim iEARN SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta pada  Sabtu, 17 Nopember 2012 ini melaksanakan teleconference dengan tema Teknologi Pengolahan Sampah. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 siswa dan 5 guru ini dilaksanakan di conference room dari pukul 08.30 – 10.00 WIB.

Materi Teknologi Pengolahan Sampah kali ini akan dipaparkan oleh narasumber 1000guru.net Dedy Eka Priyanto. Mas Dedy ini alumni SMA N 1 Klaten yang pernah mengenyam pendidikan SI di UI, setelah mendapat bea siswa ke Jepang,  bapak dari satu putri ini  melanjutkan studinya di Jepang, tepatnya di  Tokyo National College Of Technology (D3), Kyoto University (S1), Kyoto University (S2). Salah satu penelitian yang pernah dilakukan narasumber adalah tentang konversi batubara kelas rendah dan biomass menjadi fuel. Oleh karena itulah, tema yang diuraikan dalam teleconference ini sangat erat kaitannya dengan tema yang dikerjakannya.

Pemerintah Jepang sangat serius menangani masalah sampah. Meskipun tiap wilayah cara penanganannya berbeda-beda, tetapi pada dasarnya setiap individu sudah dibiasanya untuk membuang sampah di tempat sampah secara benar sejak TK. Tempat sampah disediakan dalam bentuk 4 bok, yaitu bok untuk sampah yang mudah terbakar, kaleng dan gas, plastik, dan pet bottle. Setiap rumah juga sudah disedikan tempat sampah seperti itu, dan ada jadwal secara teratur untuk pengambilannya jenis sampah tertentu oleh petugas. Sampah yang diambil tersebut kemudian diolah lagi. Untuk sampah plastik diolah untuk menghasilkan gas gasoline, diesel, dan kerosene. Sampah dari botol plastik diolah lagi menjadi serat pakaian (polyester), Sampah dari coca-cola diolah lagi menjadi alumunium, sedangkan sampah botol kaca menjdi bahan dasar kaca.

Dari uraian narasumber tersebut, telah memancing para siswa untuk bertanya lebih jauh tentang sampah. Seperti pertanyaannya dari :

a. Adinda Safira (XI IPS-2) : Bubuk apa yang dimasukkan dalam pembuatan minyak dari sampah plastik? Apakah hasil minyak olahan dari sampah tersebut sama dengan minyak pada umumnya?
  Jawab : Bubuk yang ditaburkan tersebut adalah bubuk katalis yang berfungsi sebagai penurun temperatur. Jika tidak diberi bubuk tersebut, maka suhu dapat mencapai 500 derajat. Sedangkan minyak yang dihasilkan tidak sama dengan crude oil.
b. Rausan Fikri (XD) : Bagaimana proses sampah yang dibakar kemudian abunya menjadi pulau buatan?
  Jawab : Abu dari pembakaran sampah tersebut dicampur dengan tanah (karena abu identik dengan tanah), kemudian dijadikan pulau buatan.
c. Rissa : Pendapat narasumber tentang pemisahan sampah organik dan anorganik di sekolahsekolah. Bagaimana penanganan pemerintah Jepang tentang asap hasil pengolahan sampah sendiri, karena asap pembakaran plastik akan dapat menyebabkan rusakknya lapisan ozon dan penyebab munculnya penyakit kanker?
  Jawab : Sekolah mempunyai tanggung jawab untuk mendidik siswanya dalam membuang sampah secara terpisah, sehingga sampah tersebut dapat diolah dan dimanfaatkan lagi. Di Indonesia yang energi dari sampah sangat potensial, kerena untuk energi listrik sendiri masih kurang. Sementara itu untuk gas hasil pengolahan sampah, sebelum dilepas di udara akan diolah lagi untuk menghilangkan gas yang berbahaya (NOC dan SOX).
d. Calvin (XI IPA) : Apa kebijakan pemerintah Jepang untuk mendukung program pengolahan sampah?
  Jawab : Pemerintah sangat mendukung program tersebut, dengan cara seperti memberi subsidi, atau membuka kerja sama dengan pabrik semen untuk dapat menjadikan abu sebagai bahan baku semen.
e. Dwi Kurniatun, S.Pd (guru sejarah) : Bagaimana prosedur pengambilan sampah sampai pengolahan yang dimulai dari RT di Jepang?
  Jawab : Setiap RT sudah memiliki tempat pembuangan sampah sampah tersendiri, baik untuk sampah jenis plastik, mudah terbakar, pet bottle, kaca. Pada hari tertentu petugas akan mengambil dan membawa ke tempat penampungan dan pengolahan sampah. Untuk sampah di RT menjadi tanggung jawab pribadi.

Kesimpulan:
Pemisahan sampah digunakan sebagai energi, pupuk, bahan bakar (fuel), dan pakaian. Sementara itu pemerintah Indonesia sendiri belum terlalu serius untuk mengolah sampah, yang sebenarnya sangat bermanfaat.  Indonesia masih perlu waktu untuk pegolahan sampah, tetapi usaha untuk memisahkan sampah yang organik dan anorganik perlu digalakkan lagi. Jadi, perlu adanya komitmen untuk membuang sampah secara benar. (Dwi Kurniatun, S.Pd).

Foto Lainnya:

alt

alt

alt

alt

You are here: