Berburu Beasiswa Jepang

  • PDF

alt

Hari ini Senin tanggal 19 November 2012, kami siswa kelas X kompetensi  keahlian Kimia Analisis SMK Negeri 2 Batu diajak untuk BERBURU BEASISWA dari JEPANG. Rencananya kami akan dipertemukan dengan seseorang yang sudah lama stay in Japan untuk memandu kami dalam pemaparan tentang peluang beasiswa yang bisa diambil jika ingin melanjutkan studi ke Negeri Matahari Terbit. Berhubung dana kami tidak memungkinkan untuk berangkat ke Japan, maka kami melakukan perburuan via komunikasi jarak jauh atau istilah sederhananya Teleconference.

1 jam sebelumnya atau sekitar pukul 07.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Batu), kami melakukan rutinitas pekanan untuk mengenang jasa para pahlawan melalui kegiatan Upacara Hari Senin. Selama kurang lebih 45 menit itulah pikiran kami sudah tidak fokus mengikuti upacara. Maklum angkatan kami baru kali ini akan melakukan teleconference dengan seseorang yang berada di Negara berbeda. Dag…dig…dug….perasaan kami seperti orang yang sedang kasmaran. (Kaya’ pernah mengalami kasmaran saja…hehehehe)….

Pukul 08.00 Suasana ruang komputer di SMK Negeri 2 Batu (Jawa Timur) mulai terlihat ramai dengan masuknya kami ke Ruang Lab. Kami sudah menantikan kegiatan Teleconference yang akan dipandu oleh Pak Reza Aryaditiya yang sekarang sedang menempuh studi S2 jurusan Applied Computer Science di Tokyo University.  Kegiatan diawali dengan perkenalan beliau (Mas Reza) yang menjelaskan  tentang perjalanan hidup beliau di Negeri Sakura yang dimulai sejak 7,5 tahun yang lalu dan sampai sekarang masih bertahan disana.

Pak Reza adalah salah satu putra Indonesia yang bisa memperoleh kesempatan untuk menimba ilmu di Negeri yang memiliki banyak universitas yang masuk jajaran terbaik di dunia. Awalnya beliau hanya mencoba-coba mengikuti pendaftaran. Ternyata dari coba-coba menghasilkan rejeki yang tak terduga. Pengalaman beliau selama 7,5 tahun disana telah banyak memberikan inspirasi dan semangat bagi kami untuk selalu mencoba, mencoba dan mencoba. Selain itu juga kami tidak lupa belajar dan berdoa. Semangat dan rasa percaya dirinya sangat memotivasi kami agar lebih giat belajar. Beliau juga banyak share tentang kehidupan pelajar di Jepang yang disiplin, berbeda dengan pelajar di Indonesia. Meskipun tidak semua pelajar Indonesia.

Pada saat sesi Tanya jawab, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh siswa kepada Pak Reza. Ada yang menanyakan pergaulan, peluang beasiswa, syarat untuk bisa memperoleh beasiswa, bahkan ada juga yang bertanya tentang kehidupan sosial budaya dan system pertanian disana. Beliau sampai kewalahan menjawab pertanyaan kami yang sangat ingin sekali mengenal Jepang meskipun tidak datang langsung ke Jepang. Di masa depan, kami juga berharap bisa menginjakkan kaki ke Negeri Sakura. Salah satu pertanyaan kami yang mungkin sangat polos, “Bagaimana seseorang yang pintar, tetapi tidak bisa berbahasa Inggris maupun Bahasa Jepang?”. Dengan tenang dan sabar beliau menjawab, “Seminimal mungkin kita setidaknya menguasai salah satu bahasa tersebut. Dan jika lolos nanti, bagi yang mendapatkan beasiswa akan dikursuskan Bahasa Jepang di Tokyo selama 1 tahun. Bahasa adalah salah satu modal penting untuk hidup. Untuk itu kuasailah bahasa.”

Tanpa terasa pertemuan kami sudah berlangsung selama 2 jam (waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB). Kami sangat berterimakasih kepada Pak Reza selaku pemateri dari 1000Guru, Pak Tito yang memfasilitasi kami untuk bisa mengikuti teleconference serta SMK Negeri 2 Batu sebagai tempat kami menempa ilmu Kimia Analisis. Kami berharap akan sering diadakan Teleconference sehingga wawasan kami akan terbuka. Terimakasih 1000Guru…….

Salam dari kami
Siswa-siswi Kelas X SMK Negeri 2 Batu

You are here: