Telekonferensi SMA Muh. 2 Yogya: Mengapa dan Bagaimana Kita Harus Belajar?

  • PDF

Telekonferensi antara SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan 1000guru.net pada hari Kamis, 30 Mei 2013, adalah telco terakhir yang dapat dilaksanakan pada tahun ajaran 2012/2013. Dengan menempati Conference room, Tim iAERN-para siswa dan Bapak Miftakhul Huda dari 1000guru.net akhirnya dapat bertatap muka secara online untuk berkomunikasi bertukar ilmu pengetahuan dan pengalaman.  


Siswa peserta yang hadir dalam acara tele ini adalah perwakilan kelas X, dan kelas XI. Tema yang kami usung dalam tele kali ini adalah tentang mengapa dan bagaimana harus belajar, khususnya belajar di luar negeri dan cara memperoleh bea siswa.


Nara sumber telco kali ini adalah Bapak Miftakhul Huda. Sekarang ini beliau sedang melanjutkan studi S3-nya di Jepang. Belian merupakan salah satu penggiat dari 1000guru.net. Kami dari Tim iAERN sering melakukan komunikasi dengan beliau untuk merencanakan pelaksanaan teleconference. Nah, pada kesempatan kali ini narasumber menyampaian materi dalam power pointnya tentang BELAJAR. Dalam hidupnya orang harus mempunyai motto untuk belajar atau mati. Motto tersebut memiliki makna, bahwa betapa pentingnya orang hidup dan perlunya untuk selalu belajar, agar menjadi baik dan semakin baik. Lalu, mengapa orang itu harus belajar? Ada banyak alasan mengapa orang mesti belajar, yaitu dengan belajar, maka kita akan memiliki banyak teman, akan menemukan banyak jalan hidup, akan mampu menghidupkan sel-sel otak sehingga semakin cerdas, dan akan dapat menambah rezeki hidup sehingga hidup semakin sukses.      



Bagaimana kita itu belajar? (How to learn easy? ) Belajar itu harus istiqomah, kritis, dan harus dinikmati (Study regulary, be critical on everything, enjoy it). Untuk mencapainya, maka harus banyak membaca, suka sharing (berbagi), gemar berdiskusi dari apa saja dan dari siapa saja.


Dari hasil penjelasan narasumber tersebut, telah memancing para siswa untuk lebih mengerti banyak hal. Dari sesi tanya–jawab ada beberapa siswa menyampaikan pertanyaannnya kepada narasumber:


  1. Amalia Dwi Septiana

Pertanyaan:

Mengapa pangkat yang tinggi berkaitan dengan pendidikan yang tinggi? Apa kaitan antara belajar di luar negeri dnegan bea siswa?

Jawaban narasumber:

Sukses menurut pandangan umum adalah tenar, kaya, dan pangkatnya tinggi. Sementara yang dimaksud dengan sukses yang sebenarnya adalah ketika kita sudah merasa bahagia, berkecukupan, dan bermanfaat bagi orang lain.

Di Indonesia jenjang pendidikan juga menentukan jabatan dan gaji. Pemikiran siswa lulusan SMA dengan S1/S2/S3 biasanya juga akan berbeda, baik dalam visi maupun misi dan  leadership-nya. Dengan pengetahuan yang banyak, maka akan lebih memahami pekerjaannya. Sementara untuk mendapat bea siswa tentunya harus melalui test terlebih dahulu. Dan sekolah perlu memiliki data base tentang liku-liku bea siswa.


  1. Abidin

Pertanyaan:

Apakah setelah menyelesaikan kuliahnya, narasumber akan kembali dan mengajar di Indonesia? Apa harapan narasumber terhadap pelajar (khususnya SMA) di Indonesia?

Jawaban narasumber:

Banyak orang Indonesia yang sudah belajar ke luar negeri. Semakin banyak orang belajar S1/S2/S3, maka akan semakin sempit bidang kerjanya. Narasumber menyampaikan bahwa setelah menyelesaikan belajarnya di luar negeri, beliau akan kembali ke Indonesia. Mottonya adalah: Makan tidak makan yang penting kumpul…:-D.


  1. Lazuardi

Pertanyaan:

Bagaimana cara menumbuhkan semangat belajar? Apa perbedaan antara belajar di dalam negeri dengan di luar negeri?

Jawaban narasumber:

Belajar yang disukai. Harus memiliki tekad yang kuat, bahwa dengan belajar secara baik dan benar, maka Insya Allah akan mampu mengubah nasib kita menjadi lebih baik pula.


  1. Salsabila

Pertanyaan:

Negara mana saja yang banyak memberikan bea siswa?

Jawaban narasumber:

Jepang, Australia, Singapura, Hongkong, Korea, Saudi Arabia.

Demikian penjelasan dari narasumber tentang belajar. Semoga tele kali ini dapat memberikan banyak inspirasi kepada kita semua, agar kita semua lebih giat belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik dan unggul.

Dari hasil pengamatan Tim iEARN yang disampaikan oleh ketua, yaitu Dra. Rohmatunnazillah, M.Hum, bahwa para siswa yang aktif mengikuti telekonferensi dengan 1000guru, biasanya mereka lebih punya visi dan bersikap progresif. Informasi dari kegiatan tele akan memberikan sebuah planning bagi kehidupan mereka selanjutnya. Keikutsertaan hari ini dapat menjadi moment untuk melangkah ke depan. (Dwi Kurniatun/dwyx).

1.b.miftahul huda sedang menyampaikan materinya

Foto 1. Miftahul Huda sedang menyampaikan materinya

2. b.miftahul huda sedang menyampaikan materinya

Foto 2. Miftahul Huda sedang menyampaikan materinya


3. salah satu tayangan power point

Foto 3. Salah satu tayangan power point

4. siswa bidin sedang mengajukan pertanyaan kps narasumber

Foto 4. Siswa bidin sedang mengajukan pertanyaan kepada narasumber

5. para siswa perserta tele di conference room

Foto 5. Para siswa peserta telco di conference room


You are here: