Bicara Immunologi: Bersama Abdulhadi Suwandi, Ph.D dalam Teleconference SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan 1000guru.net

  • PDF

Kita semua mungkin tidak asing dengan istilah immunologi. Sebenarnya immunologi itu apa? Nah, dalam acara teleconference yang telah diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan 1000guru.net, narasumber Abdulhadi Suwandi, Ph.D berhasil mempresentasikan tentang immunologi secara detail dan menarik. Alumni Braunschweig Jerman ini  merupakan salah satu narasumber dari 1000guru.net yang memiliki keahlian  dibidang immunologi, penyakit infeksi, bioteknologi, dan farmasi.

Teleconference yang diselenggarakan pada Jumat,07 Maret 2014 tersebut dilaksanakan oleh Tim iEARN SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Tim ini dikoordinir oleh PJP TIK Drs. Sri Rahayu Widodo, diketuai oleh Dra. Rohmatunnazilah, M.Hum, dan beranggotakan Dwi Kurniatun, S.Pd, Mahadi, S.T, Hj. Rohmatul Huda, S.Pd, dan Agus Winoto, S.Ag. Dalam setiap semesternya telah diprogramkan agar dapat  dilaksanakan kegiatan teleconference minimal 3 kali. Dan sejauh ini kami selalu bekerja sama dengan 1000guru.net untuk dapat menyelenggarakan kegiatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan secara  lebih kepada para siswa yang mungkin belum  diperoleh dalam kegiatan belajar-mengajar dari bapak ibu pengampu mata pelajaran.

Ada beberapa tahapan yang kami lakukan sebelum acara teleconference terlaksana, mulai dari menentukan tema, mencari narasumber di web 1000guru.net atau majalah 1000guru, kemudian melakukan komunikasi dengan ketua 1000guru.net, yaitu Miftahul Huda yang pada saat itu masih berdomisili di negara Jepang dan tentunya berkoordinasi dengan narasumber untuk menentukan waktu pelaksanakan dan uji tayang. Semua komunikasi tersebut kami lakukan melalui media jejaring sosial FB. Setelah semua sepakat, baru kami menentukan peserta teleconference.

Dengan tema immunologi, maka peserta yang dihadirkan terdiri dari  15 siswa kelas X IPA, 15 siswa kelas XI IPA, dan 30 siswa kelas XII IPA-5. Mengingat keterbatasan ruangan conference, maka setiap kelas diwakili 3 siswa khusus untuk kelas X-XI IPA. Dra.Hj. Sumarni guru biologi kelas XII IPA sekaligus wakil kepala sekolah urusan humas turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Sekilas profil dari narasumber kita, Abdulhadi Suwandi, Ph.D adalah pria kelahiran Bandung dan berhasil menyelesaikan S-1 di jurusan farmasi, ITB pada tahun 2005. Gelar S-2 diraih tahun 2009 dari Technische Universitat Dresden Jerman dengan program Molecular Bioengineering. Dan gelar S-3 nya diraih pada tahun 2013 di Helmholtz Center for Infection Research Braunschweig Jerman.

Selama 15 menit narasumber Abdulhadi Suwandi, Ph.D mempresentasi tentang immunologi, dan inilah ringkasan materi yang telah disampaikannya :

Immunologi (Sistem kekebalan tubuh) adalah spesialisasi medis yang berkaitan dengan kekebalan dan semua aspek dari kemampuan tubuh untuk melawan penyakit infeksi disebabkan oleh patogen (organisme penyebab penyakit, yang biasanya adalah mikro-organisme) dan juga berkaitan dengan malfungsi sistem imun pada gangguan imunologi (penyakit autoimun, alergi, transplantasi dan defisiensi imun). Contoh organisme penyebab penyakit termasuk virus, bakteri, protozoa atau parasit yang bahkan lebih besar.

Didalam tubuh manusia terdapat mekanisme perlindungan yang dinamakan sistem imun atau sistem kekebalan tubuh. Sistem imun dirancang untuk mempertahankan tubuh kita terhadap jutaan bakteri, mikroba, jamur, virus, racun, parasit, dan sel kanker yang setiap saat dapat menyerang tubuh kita. Sistem imun terdiri dari ratusan mekanisme dan proses yang berbeda yang semuanya siap bertindak begitu tubuh kita diserang oleh berbagai bibit penyakit tersebut. Sistem imun yang rusak terjadi apabila ia menjadi terlalu lemah atau terlalu kuat, sehingga menyebabkan penyakit. Ketika tidak ada sistem imun atau terjadi penurunan kemampuan sistem imun , maka tidak akan ada lagi yang mengontrol microorganisme yang menyerang tubuh. Sebagai contoh , ketika virus HIV masuk ke tubuh dan menginfeksi sel darah putih (sel-sel sistem kekebalan tubuh), maka virus ini akan membuat sistem imun tubuh mengalami malfungsi, sehingga tubuh manusia akan kehilangan benteng pertahanannya, dan oportunistik microorganisme akan mudah menginfeksi tubuh, menyebabkan penyakit dan kematian pada tahap lanjut.  Ada 2 fungsi penting yang harus dimiliki sistem imun yang sehat, yaitu:

  1. Kemampuannya untuk mengenali benda-benda asing, seperti: bakteri, virus, parasit, jamur, sel kanker, dan sebagainya. Fungsi ini penting bagi tubuh karena harus bisa membedakan mana kawan ( microorganisme yang menguntungkan dan sel tubuh atau organ yang normal ), mana lawan ( virus, bakteri jahat, jamur, parasit, radikal bebas dan sel-sel tumor/kanker2.  Dapat membunuh atau mengeliminasi benda asing tersebut, secara tidak spesifik (semisal : fagositosis dan demam) atau spesifik (antibody spesifik terhadap pathogen dan produknya)
  2. Sistem imun mengingat penyerang-penyerang asing tersebut  sehingga bisa dengan cepat menolak serangan ulang di masa depan.


Kunci utama sistem imun yang sehat adalah suatu kemampuan untuk membedakan antara diri sendiri dan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Ketika ada benda asing yang masuk ke dalam tubuh yang dikenali maka akan terjadi proses pertahanan diri.

Sel-sel imun diproduksi di sumsum tulang belakang dan kemudian bermigrasi ke organ sistem imun (timus, limpa, nodus limpa) dan/atau bagian tubuh lainnya (organ pencernaan, pernafasan, kulit, dll). Sel- sel imun bermigrasi melalui pembuluh darah dan pembuluh limpa untuk mencapai tempat tujuan. Sel-sel imun tersebut dipersiapkan untuk menjaga tubuh dari serangan pathogen.

Benda asing apapun yang memicu respons imun ini disebut antigen. Antigen dapat berupa mikroba seperti bakteri, virus, kuman, parasit, dan jamur bahkan jaringan tubuh individu lain yang masuk ke dalam tubuh seperti transplantasi organ tubuh bisa saja diperlakukan sebagai benda asing dan bisa menyebabkan reaksi penolakan tubuh. Mekanisme kerja sistem imun tubuh kita adalah saat ada antigen (benda asing yang masuk ke dalam tubuh) yang terdeteksi, maka residen macrophage menyerang benda asing tersebut, bersama sel epitel memanggil sel imun lainnya (neutrophil) untuk datang ke tempat terdeteksinya pathogen dengan memproduksi sitokin dan kemokin. Dengan bantuan antigen presenting cells terutama sel dendrit, sistem imun adaptif kemudian diaktifasi untuk meresponse secara spesifik terhadap pathogen. Limfosit Bmemproduksi  antibodi, yaitu suatu protein khusus yang mengarahkan kepada suatu antigen spesifik, juga diproduksinya sel limfosit T yang mengenali antigen secara spesifik Kemudian sel-sel tersebut bermigrasi ke tempat terdeteksinya pathogen dan menyerang pathogen secara spesifik.

Apabila pathogen telah tereliminasi, sistem imun memiliki kemampuan untuk mengingat pathogen tersebut (memori). Hal tersebut sangat menguntungkan apabila pathogen yang sama menyerang, sistem imun dapat memberikan response lebih cepat dan mengeliminasi pathogen denga cepat.

Untuk mencegah tubuh terserang penyakit, maka dilakukan Imunisasi. Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakittersebut.  Imunisasi ini bermanfaat terhadap pencegahan terhadap penyakit, menginduksi sistem kekebalan tubuhuntuk mengenali penyakit dan mencegah terkenanya penyakit. Ada beberapa tipe imunisasi, yaitu: 1) Organisme yang mati (cholera);  2) Organisme yang dilemahkan (BCG-TBC); 3) Racun yang diinaktifkan (Diptheri dan tetanus); 4) Protein Subunit (Hepatitis B).

Dalam  sessi tanya jawab para siswa begitu antusias untuk menyampaikan pertanyaannya. Dari 11 pertanyaan yang diajukan kepada narasumber, maka  dapat disimpulkan jawaban narasumber bahwa: 1) Flu adalah penyakit yang disebabkan virus yang membuat special, karena mempunyai kemampuan untuk bermutasi dan banyak macamnya, sehingga sistem imun kita tidak mngenali lagi. 2) Lupus merupakan penyakit yang disebabkan karena sistem imun tidak dapat membedakan patogen atau badan kita, sehingga menyebabkan organ dianggap benda asing dan membuat sistem imun teraktifasi menyerang organ dan menyebabkan kerusakan. Lupus bisa disebabkan karena faktor keturunan, tetapi sampai sekarang belum diketahui secara pasti apa penyebab sebenarnya. Sedangkan HIV merupakan virus yang menyerang sistem imun kita, sehingga sistem imun kita tidak berfungsi dengan baik dan tubuh tidak memiliki sistem kekebalan, sehingga mudah terserang penyakit, terutama penyakit infeksi. 3) Sariawan yang datang setiap bulan di area mulut manusia, dapat disebabkann oleh jamur yang tinggal di dalam mulut, atau sistem imun yang turun, sehingga mulut terinfeksi penyakit. 4) Penyebab menurunnya faktor imun dapat berasal dari keturunan atau lingkungan sekitar. 5) Peran obat-obatan bagi tubuh bisa sebagai peningkat kualitas hidup. 6) Air Susu Ibu (ASI) dikatakan sebgai kekebalan tubuh alami, karena dalam ASI terkandung antibodi yang diproduksi ibu. Jika ASIi diberikan ke bayi, otomatis bayi akan memliki kekebalan tubuh yang lebih baik. ASI dapat menetralisir microorganisme yang buruk yang tinggal di pencernaan bayi. 7) Salah satu riset yang unik dari narasumber adalah pentingnya ASI, karena komponen ASI mampu menyembuhkan penyakit pada bayi, sehingga dapat mengaktivasi sistem imun pada bayi. 8) Ketika terserang alergi dingin dan pilek, kemudian minum obat, tetapi pilek semakin parah, maka  keadaan tersebut dapat disebabkan karena kondisi tubuh sedang buruk sehingga obat tidak berpengaruh untuk menangkal alergi.

Panjang dan lebar narasumber memberikan ulasan terhadap materi immunologi maupun menanggapi pertanyaan dari para peserta tele. Dipenghujung acara,  narasumber menyampaikan motivasi kepada para siswa, bahwa untuk meraih cita-cita harus mampu dan mau bekerja keras serta tidak mudah menyerah. Karena sudah belajar tentang immunologi, maka kita harus bisa meningkatkan kualitas hidup dengan menjaga kesehatan dan makan-makanan yang bergizi. (Dwi Kurniatun/dwyx)

 

 

 

You are here: