Motivasi Belajar Kimia dari Negeri Sakura

  • PDF

(Laporan Rahmadi Diliawan, S.Pd. dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu)

Alhamdulillah, teleconference telah terselenggara dua kali di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah-Malaysia dengan Ibu Aisyah Zakiyyah, Jepang pada hari Rabu, 19 November 2014 sekitar pukul 10.30-11.30 waktu setempat yang dihadiri siswa kelas X MIA dan Sabtu, 29 November 2014 sekitar pukul 09.00-10.00 waktu setempat yang dihadiri siswa kelas XI MIA di ruang Laboratorium TIK yang dibantu oleh Bapak Achmad Musthofa, S.Kom. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Miftahul Huda yang telah memberikan kesempatan serta menyambut baik atas terselenggaranya teleconference Jepang-Malaysia. Semoga kerja sama yang baik antara SIKK dengan 1000guru.net dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak bangsa di luar negeri, Sabah-Malaysia. 

Banyak di antara kita sering bertanya, “mengapa sih harus belajar kimia?”. Nah, dalam acara teleconference yang telah diselenggarakan oleh SIKK di Sabah-Malaysia dengan 1000guru.net, Ibu Aisyah dari Jepang berhasil mengungkap pentingnya belajar kimia yang disampaikan secara global namun sangat menarik. Mahasiswi teknik kimia Gunma University ini merupakan salah satu narasumber dari 1000guru.net pertama yang kami undang untuk memberikan motivasi belajar bagi para siswa Indonesia di Sabah, Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Aisyah memaparkan alasannya tentang “mengapa tertarik dengan sains (kimia)” serta mengungkapkan pengalaman menariknya selama berada di Jepang.

Sekilas profil dari narasumber kita, Aisyah Zakiyyah adalah mahasiswi teknik kimia Gunma University yang mendapatkan beasiswa dari Mitsui Bussan. Diusianya yang masih muda, beliau tertarik dan sedang mendalami aplikasi kimia dibidang solar cell dan akan segera menyelesikan program S-1-nya tersebut di negeri matahari terbit, Jepang. Gadis cantik asal Jakarta ini memulai pembelajaran dengan sharing pengalaman untuk memotivasi siswa SIKK agar terus semangat bercita-cita dan bisa mengatur hidupnya. “Hidup harus terencana dan memiliki target, dan yang terpenting adalah manajemen waktu.” ungkapnya, “jangan memegang alat elektronik ketika makan dan menjelang tidur, karena ini akan mengganggu waktu istirahat kita.” tambahnya.

Selama dua pertemuan terakhir teleconference berlangsung dengan judul materi Applied Chemistry and Chemical Biology. Sekitar 30 menit Ibu Aisyah memberikan motivasi mengapa harus belajar kimia. Kimia yang sering dianggap sebagai mata pelajaran paling menantang ini disampaikan secara menarik oleh Aisyah Zakiyyah selaku pemateri. Ia mengawali pembelajaran dengan memaparkan materi tentang alasan mata pelajaran Kimia harus dicintai. “Pelajaran Kimia itu ada di keseharian kita, banyak diterapkan di kehidupan kita” ungkapnya.

Selain sharing tentang pelajaran kimia, wanita yang kini menempuh pendidikan di Gunma University ini juga memberi tahu pada para siswa SIKK tentang tips dan trik untuk dapat menempuh pendidikan di Jepang. Ia memaparkan beberapa hal yang harus ditempuh agar bisa menempuh pendidikan di Jepang dengan beasiswa. Ia merekomendasikan sejumlah beasiswa seperti Mitsui dan LPDP.

Setelah memberikan sejumlah papara, Aisyah Zakiyyah juga membuka kesempatan tanya jawab bagi para siswa SIKK. Haemuddin dan Azhar yang merupakan salah seorang peminat pelajaran bahasa Jepang mampu berkomunikasi bahasa Jepang dengan sang pemateri. Sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh siswa SIKK terkait dengan pembelajaran kimia dan juga tentang motivasi hidup.

Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu; Dadang Hermawan menyambut baik kegiatan ini, beliau berharap dengan teleconference ini wawasan siswa-siswa SIKK tentang cita-cita dan kehidupan semakin terbuka lebar.

You are here: