Conference: Muda, Sukses Wirausaha, Siapa Takut?

  • PDF

Kurikulum 2013 yang sudah berjalan 3 semester di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan adanya mata pelajaran baru prakarya dan kewirausahaan, telah menginspirasi tim iEARN untuk membekali para peserta didik dalam berwirausaha, dengan menyelenggarakan conference dengan tema Muda, Sukses Wirausaha, Siapa Takut?

Acara tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 17 Januari 2015, dari pukul 10.30-11.45 WIB. Sebagai narasumber bapak Agung Setiawan, S.E yang merupakan alumni SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta tahun 1996. Beliau adalah seorang pengusaha di berbagai bidang bisnis.

Banyaknya orang disekitarnya yang menganggur, mendorong Pak Agung untuk membuka peluang usaha. Sebagai motor penggerak Pak Agung mulai mengkoordinir teman-teman dan orang-orang yang akan terlibat dalam usahanya dengan berdasarkan pada keahlian mereka masing-masing. Meskipun perjalanan usahanya tidaklah mulus, jatuh bangun beberapa kali, tetapi tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus membuka dan mengembangkan usaha mereka. Pada akhirnya usaha mereka tidak sia-sia, dan sampai detik ini usaha mereka sudah berkembang dengan pesat, mulai dari usaha kayu jati, parkir, dan usaha batu mulia.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari keteguhan para usahawan dalam memegang prinsip-prinsip sebagai seorang wirausaha (entrepreneurship), seperti: percaya diri, berorientasi pada tugas, dan hasil, berani mengambil resiko, kepemimpinan, keorisinilan, berorientasi ke masa depan, jujur dan tekun. Selain itu dibutuhkan juga modal uang, mental yang siap, memiliki kemampuan merangkul dan mempengaruhi seseorang serta memahami karakter pembeli.

Dalam kenyataannya dengan berwirausaha mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengombinasikan faktor-faktor produksi, dan meningkatkan produktivitas nasional, demikian disampaikan narasumber.

Dari acara conference ini para peserta mulai terbuka ide-idenya dan tertarik untuk mencoba usaha kecil-kecilan sesuai dengan kemampuan mereka. Beberapa siswa melakukan konsultasi baik secara langsung maupun melalui email, HP, dan media social Facebook. (Dwi Kurniatun/dwyx).

You are here: