Penggunaan Obat Yang Baik

  • PDF

Bagaimana penggunaan obat yang baik? Itulah tema yang diusung dalam acara teleconference antara SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dengan 1000guru.net yang diselenggarakan pada Jumat, 14 Februari 2015.

Begitu banyak kasus tentang kesalahan dan penyalahgunaan obat dalam kehidupan sehari-hari, memberikan inspirasi Tim iEARN untuk menghadirkan narasumber Abdulhadi Suwandi, Ph.D dalam acara tersebut.

Kegiatan teleconference tersebut diikuti oleh peserta didik kelas X dan XI. Masing-masing kelas diwakili 5 peserta didik. Mereka tampak begitu antusias dalam mengikuti acara teleconference. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada narasumber seputar penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari.

Abdulhadi Suwandi, Ph.D saat ini bekerja sebagai peneliti dengan mengambil spesialisasi Immunologi. Apa yang terpikirkan oleh kita apabila mendengar kata obat? Yang langsung terlintas dalam pikiran kita dapat kondisi sakit, apotek, dokter, suster, logo penggolongan obat (obat bebas, obat bebas terbatas dan obat keras), atau bentuk sediaan (tablet, kapsul, sirup, dsb).

Obat (drug) bisa di definisikan sebagai bahan kimia yang diketahui memiliki efek biologis pada manusia atau hewan. Bahan kimia ini digunakan untuk mengobati penyakit, membebaskan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh. Ada 2 hal yang yang perlu diketahui ketika kita ingin mengkonsumsi obat, seperti: 1) Penggolongan kelas obat: ada yang berlogo hijau, artinya obat bebas (vitamin, supplemen); berlogo biru, artinya obat bebas terbatas (obat panas, obat batuk); berlogo merah, artinya obat keras, perlu resep dokter (antibiotik). 2) Dosis dan pemakaian harus sesuai dengan petunjuk dokter atau apoteker.

Tubuh manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan sempurna. Sistem-sistem dalam tubuh manusia (sistem saraf, kekebalan tubuh, peredaran tubuh, dsb) bekerja sama untuk mencapai keseimbangan tubuh atau disebut homeostasis. Apabila homeostasis tersebut terganggu, misalkan oleh penyakit infeksi, semua sistem-sistem dalam tubuh bekerja sama untuk menyeimbangkan tubuh. Peningkatan suhu tubuh, peningkatan tekanan darah, sakit kepala dan gejala lainnya, merupakan salah satu cara tubuh untuk menjaga homeostasis dan mempertahankan tubuh. Salah satu kesalahan atau ketidaktepatan dalam penggunaan obat adalah pemberiaan yang berlebihan obat penurun panas (mis. Paracetamol, ibuprofen). Ketidaktepatan dalam penggunaan obat tersebut antara lain dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang kurang kuat dalam melawan penyakit dan tubuh yang menjadi rentan atau sensitif apabila terkena penyakit.

Kesalahan dalam penggunaan obat yang sering terjadi adalah kesalahan penggunaan antibiotic. Pada umumnya kesalahan tersebut adalah kesalahan pemilihan antibiotik, salah dosis, dan pemakaian yang tidak tuntas. Hal itu menyebabkan adanya bakteri bermutasi, menjadi resisten terhadap antibiotik, dosis semakin bertambah atau bahkan resisten.
Membuat ketagihan, gangguan fisik, gangguan mental, gangguan sosial merupakan bahaya yang muncul akibat mengkonsumsi narkoba dan obat terlarang, demikian disampaikan Abdulhadi Suwandi, Ph.D .

Dari semua yang sudah dipaparkan narasumber, maka diharapkan para pelajar dan masyarakat pada umumnya harus hati-hati dalam membeli obat dan mengkonsumsi obat. Perlunya memperhatikan petunjuk dokter/apoteker, sehingga kita dapat terhindar dari kesalahan-kesalahan dari penggunaan obat, dan dapat mencegah munculnya sakit lain yang lebih parah.(Dwi Kurniatun/dwyx)

You are here: